Hari ini setahun yang lalu..Waktu di HP saya menunjukkan pukul 9 ketika saya memasuki kawasan gedung DIKTI senayan Jakarta. Lima menit kemudian sampailah saya di Lantai 5 gedung tersebut, tempat wawancara seleksi penerima beasiswa DAAD akan berlangsung. Segera saya hampiri sebuah meja penerima tamu dimana 2 orang wanita berdiri di belakangnya. Setelah tanda-tangan daftar absen, saya pun bertanya, " Berapa orang Bu yang akan diwawancara?" ,serta merta Ibu itu menjawab," 49 orang Pak", Rasa penasaran menyebabkan saya kembali bertanya, " Terus berapa orang Bu yang akan diterima?". Ibu itu pun menjawab diplomatis, "Tahun lalu 22 orang yang berangkat Pak". Sejenak saya memandangi keadaan sekitar, dimana para kandidat yang lain sedang menunggu gilirannya untuk diwawancara. Selanjutnya, kursi di pojok ruangan menjadi pilihan saya menunggu giliran. Rupanya pada hari itu terdapat 3 buah ruangan yang digunakan untuk wawancara, masing-masing untuk ilmu sosial ekonomi, Tekhnik, dan Biologi. Kebetulan kursi yang saya duduki terletak di depan pintu ruang wawancara untuk Ilmu sosial ekonomi.
Lalu lalang kandidat yang keluar masuk memungkinkan saya dapat melihat sekilas seperti apa situasi di dalamnya. Apa yang saya lihat mungkin tidak aneh kalau saya berada di ruang Pengadilan negeri. Dari sela pintu yang hampir tertutup saya melihat rangkaian meja panjang, dimana di belakangnya duduk sekitar 5 orang Interviewer yang hampir semuanya orang bule, dan beberapa meter di depan mereka duduk seorang peserta seleksi penerima beasiswa, persis seperti seorang terdakwa yang sedang diadili. Sama sekali tidak seperti wawancara lowongan kerja di film-film. Sambil menunggu, saya baca lembaran email hasil korespondensi saya dengan calon supervisor di Jerman, mungkin sedikit banyak akan membantu saya menghadapi pertanyaan-pertanyaan Interviewer, pikir saya waktu itu. Sesekali saya ngobrol dengan seorang peserta lain yang juga sedang menunggu gilirannya. Kebetulan yang duduk disebelah saya waktu itu sudah punya pengalaman wawancara DAAD, dia bercerita, tahun lalu juga ikut dipanggil wawancara, tapi sayangnya dia tidak termasuk orang-orang yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Ceritanya pun membuat saya was-was karena ternyata mendapatkan rekomendasi dari Professor belum berarti sudah aman, tahun lalu dia dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan sulit dan menjatuhkan, hingga akhirnya ia pun harus mengulangi lagi usahanya ditahun ini. Dia katakan pada saya bahwa ia harus melobi sang Profesor untuk tetap bersedia memberikan dukungannya pada seleksi tahun ini. ------------------------------------------------------------------------
Pukul 10.30, tibalah giliran saya yang dipanggil. Dari dalam ruang wawancara itu keluar seorang wanita bule, setengah baya. Rupanya ia adalah sekretaris DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst), sebuah organisasi di Jerman yang akan memberikan beasiswa. Sambil tersenyum ramah, ia menyapa saya dan mempersilahkan saya masuk. Segera saya langkahkan kaki masuk sambil melihat ke dalam ruangan. Rupanya keadaan tempat saya diwawancara tidak sama dengan ruangan yg telah saya lihat sebelumnya, tapi juga tidak jauh berbeda. Disana telah menunggu 3 orang Interviewer, 2 diantaranya orang bule Jerman, sedangkan seorang lagi berasal dari Indonesia. Mereka duduk di belakang meja berbentuk L. Sedangkan di belakang meja sebelah kanan saya duduk wanita Jerman perwakilan DAAD. "Okay, Mr Berbudi, I will introduce Interviewers here, Firstly, Prof Wolfgang...from... Germany, the second, Dr.... from....Germany, and the last is Dr.. from DAAD alumni from ITB. ..kata nya membuka acara. And please introduce yourself.. sambil menatap saya. untuk pertama kalinya seumur hidup, saya diwawancara oleh orang Bule. Hal itu membuat saya dag dig dug.. Tapi saya coba untuk pede memperkenalkan diri saya, My name is Afiat from Bandung, I am a medical doctor and staf in Padjadjaran University Bandung. I work in Department of Parasitology Faculty of Medicine, bla..bla..bla.. That's all, kata saya mengekhiri perkenalan.
Dan tibalah saat yang menegangkan dimana satu persatu Interviewer dipersilahkan bertanya pada saya. Giliran pertama diberikan pada Profesor Wolfgang. Ketika dia mulai berbicara, saya perhatikan dengan seksama dengan mata bahkan tubuh saya pun tanpa terasa condong ke depan. Bukan karena saya sangat antusias mendengarkan pertanyaannya, melainkan karena saya tidak dapat menangkap apa yang beliau tanyakan. Saya seperti hanya mendengar suara2 kumur-kumur yang sepertinya bahasa Inggris tapi dengan aksen lain. Jangankan menjawab, mengerti pertanyaannya saja tidak. Jujur yang terlintas di pikiran saya waktu itu adalah "Jerman tingal kenangan", karena ketidakfahaman saya. "Diam itu emas" kata peribahasa, tapi untuk sebuah ujian, diam adalah mati. Akhirnya saya jawab sesuka saya layaknya nembak dalam ujian. Tidak puas dengan jawaban saya, beliaupun mengulangi pertanyaannya beberapa kali sampai akhirnya jawaban sy sepertinya tepat sasaran. Lanjutlah ia ke pertanyaan selanjutnya yang kali ini terdengar sedikit lebih jelas, kira2 begini bunyinya,"Worm is agent of infection, but in your research plan, you will use worms for diabetes treatment, do you want to treat the disease with cause the new disease? The diabetes will be cured, but the patient will suffer from worm Infection", katanya sambil tertawa seperti meledek, yang disambut pula dengan tawa interviewer yang lain. Tawa mereka walaupun terkesan meledek sungguh merubah suasana menegangkan menjadi lebih santai, terlepas dari apakah itu mentertawakan saya atau tidak, yang penting saya bisa lebih relax. " No, I dont want to use living worm to treat DM, I will make experiment to test if the worm infection will protect mice from DM. If the test suggest that infection have protective effect, I will continue with make the antigen of Worm, and then test if that's antigent have the same protective effect or not. That's target from my research." Sepertinya beliau tidak menangkap apa yang saya maksudkan, mungkin karena beliau bukan seorang dokter, jadi agak tidak setuju dengan pendapat saya. "Ya, enough from me", dengar kata2 itu membuat saya sedikit lega.
Tiba saatnya pertanyaan dari Interviewer ke 2, seorang bule Jerman wanita tua yang bergelar Doktor. Ia mulai memegang lembaran berkas aplikasi saya, dan mulailah ia bertanya. Pertanyaan pertama lagi2 membuat saya pesimis karena persis seperti yang pertama, saya gak ngerti apa yang dia tanya, tapi untungnya jawaban saya tidak meleset2 amat. Dia tanya tentang apa yang saya harapkan dari PhD di Jerman. "Germany has high quality education, I think if I can study there that will be a benefit for my country. As a Tropical country, Indonesia has big problem with infection disease, and also with Diabetes mellitus. I hope I can use my experience there to solve my country's problem, I want to contribute in the problem solving", kira-kira seperti itulah jawaban saya (idealis mode on). Oke, pertanyaan selanjutnya, beliau lalu kembali melihat-lihat berkas aplikasi saya, dan tampaknya ia tertarik pada sebuah bagian, dan sambil tersenyum ia berkata. "here you wrote that's your hobby is bussiness, what do you mean? do you want to study PhD in medicine, don't you? Pertanyaan itu rupanya mengundang 2 orang interviewer lainnya serta seorang perwakilan DAAD kembali tertawa dan menimpali ,"May be after you finished your PhD, you will sell worms as a drug for Diebetes?" yang semakin membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Ahh..tidak ada yang saya sesali dengan tulisan bisnis sebagai my hobby, saya hanya menuliskan hoby saya apa adanya, memang itu, tapi tidak pernah terfikir bahwa ini akan menjadi salah satu pertanyaan yang dan dibahas dan membuat mereka tertawa. Sambil tersenyum saya hanya katakan, "ya, that's my hobby, just hobby. Business is interesting, I have online shop, I sell medical equipment." yang lagi-lagi disambut dengan tertawaan.
Bagian terakhir, kesempatan bertanya diberikan pada salah satu alumni DAAD dari ITB. Tidak seperti pertanyaan 2 orang sebelumnya, kali ini pertanyaannya terdengar sangat jelas, bukan karena ia pakai bahasa Indonesia, tapi karena aksen bahasa Inggrisnya lebih familiar. Pertanyaannya berkisar tentang seberapa sering saya melakukan korespondensi dengan Professor calon supervisor saya di Jerman, juga tentang tujuan dan tehnik penelitian. Diakhir sesinya ia menanyakan, "Can you speak German?" dan saya jawab, "ya, I take German course in Goethe Institute Bandung". "ok, Sprechen Sie Deutsch bitte !" ("Ok, Silahkan anda ngomong Jerman!"). "Ok, but just for introducing my self" jawab saya. "Ja bitte,"("ya, silahkan!") katanya mempersilahkan. Sejenak saya berfikir apa yang harus saya katakan, saya memang pernah kursus, tapi sudah 2 bulan sudah berhenti. Dan mulailah saya berkata, "Ich bin Afiat Berbudi, ich komme aus Bandung, aber ich wohne in Radio Dalam Jakarta" ("Nama saya Afiat Berbudi, asal dari Bandung, tapi tinggal di Radio Dalam Jakarta"), saat itu semuanya memperhatikan saya sambil tersenyum. saya pun lanjutkan ."Ich bin Arzt, und ich arbeite als staf in Department Parasitology Medical Faculty Universitaet Padjadjaran" ("Saya Dokter, dan saya kerja sebagai dosen di Departemen Parasitologi FK UNPAD"). Dan saya pun tidak tahu lagi apa yang harus saya katakan, Suasana hening, tampaknya semua Interviewer saat itu seperti menunggu apa lagi yang akan keluar dari mulut saya sampai akhirnya saya tutup dengan "that's All. I think enough". Dan sang alumni pun mengisyaratkan saya untuk bicara lebih banyak lagi, "Bitte" ("silahkan lanjutkan ngomongnya!") katanya. Sayang, saya tidak tau harus berkata apa lagi, dan saya pun hanya berkata, "I am sorry, I had just take Deutsch kurs, my level is A.1.1" Dan mereka pun hanya tersenyum. "coba kalo tau bakal disuruh ngomong jerman, saya pasti akan belajar sebelumnya dan akan ngomong lebih banyak lagi",pikir saya waktu itu. Belakangan saya tau, tidak satupun penerima beasiswa yang saya tanya, dipersilahkan ngomong bahasa jerman ketika wawancara.
Akhirnya semua Interviewer selesai bertanya, dan tiba giliran seorang perwakilan DAAD dari Jerman yang bertanya. Alhamdulillah, mungkin karena waktu sudah habis, ia tidak bertanya apapun dan hanya menutup sesi wawancara tersebut. Saya berdiri dan hampiri satu persatu dari mereka, sambil bersalaman saya ucapkan, "Danke!", "Vielen Danke!"," Danke schoen!" ("Terima kasih"), dan akhirnya "Auf wieder sehen!" ("sampai jumpa lagi"). sambil meninggalkan ruangan. Setidaknya itulah kata-kata tambahan dalam bahasa Jerman yang saya bisa, selain yang tadi saya katakan dalam wawancara. Lega rasanya setelah menyelesaikan "sidang pengadilan" yang penuh dengan tawa. Apakah mereka mentertawakan saya ataukah mereka tertawa karena senang mewawancarai saya, waktulah yang akan menjawabnya.
http://afiat-sehatwalafiat.blogspot.com
Minggu, 13 November 2011
In the Interview room
Label: Doctor's living, ScholarshipSabtu, 24 September 2011
Dear Professor..
Thanks for your request. Before I can make up my mind, I would ask you to send a CV, so that I know more about your background.
Best regards
XXX
Senin, 08 November 2010
Jual Hewan Qurban Murah
Label: Sekilas Info
Sekedar Info, Ada seorang teman saya yang menjual Hewan Qurban Untuk tahun 1431 H atau 2010 ini.
Adapun yang ditawarkan adalah KAMBING & SAPI QURBAN dgn Harga disesuaikan berat hidup
(insya Allah murah dan sesuai syarat Qurban)
Kambing Rp 40.000/kg mulai Rp 800 ribu
Kambing Qurban Tipe I (20 kg)
Harga Rp 800.000 (sudah termasuk ongkos kirim utk Jakarta dan sekitarnya)
SMS/Telp ke (021)93654554 untuk info dan pemesanan
Kambing Qurban Tipe II (25 Kg)
Harga Rp 1.000.000 (sudah termasuk ongkos kirim utk Jakarta dan sekitarnya)
Kambing Qurban Tipe III (30kg)
Harga Rp 1.200.000 (sudah termasuk ongkos kirim utk Jakarta dan sekitarnya)
SMS/Telp ke (021)93654554 untuk info dan pemesanan
Sapi Rp 36.000/kg mulai Rp 7,2 juta

Pesan dapat sms/telp ke no (021)93654554
Bebas Ongkos Kirim dan diantar langsung ke tujuan Pembeli atau dititipkan sampai hari H-1.
Minggu, 07 November 2010
Apakah Tuhan tak Mendengar Doanya?
Label: Doctor's living
Waktu menunjukkan pukul 6.30 pagi ketika saya sampai dan mulai menapakkan kaki di lantai 2 RS Cibabat. Segera saja saya menuju ke ruang koass untuk sekedar menyapa kawan yang bertugas jaga malam kemarin. Tiba-tiba saja langkah saya terhenti saat dokter tiba-tiba memanggil saya di selasar jalan menuju tempat yang saya tuju.
“dek, tolong kamu pimpin persalinan Ibu O** di VK (kamar bersalin) dia sudah pembukaan lengkap dari jam 6, sampai sekarang belum keluar juga bayinya, kalau sampai jam 8 nanti belum lahir juga, kamu minta persetujuan sama dia atau keluarganya untuk naik ke meja operasi (sectio caesaria)”,
“Oh..iya dok..” jawab saya.
Segera saja saya membatalkan tujuan semula ke ruang koass, menjadi berbelok kearah kamar bersalin, TKP yang dimaksud, dimana terlihat seorang ibu setengah baya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya. Saya segera menjumpai ibu tersebut, dan segera saya pakai sarung tangan untuk memeriksa kemajuan anaknya.
“sebentar ya Bu..saya periksa dulu”,
iya dok… jawab sang ibu.
Baru saja kubuka sedikit (labia genital eksterna), saya sudah dapat melihat ubun-ubun anak yang seolah-olah siap untuk keluar menuju dunia barunya. Yah, teman saya yang berada juga disitu, mengatakan kalau si ibu sudah mengalami pecah ketuban sejak beberapa jam yang lalu, dan pembukaannya juga sudah lengkap.
Ok, Bu..kalau nanti terasa mulas perutnya, ibu ngeden ya.. Instruksi dari saya pada sang ibu
“iya dok..”jawab sang ibu.
Sambil menunggu datangnya mulasnya perut si ibu, saya sempat ngobrol sejenak dengan si ibu untuk mencairkan suasana, rupanya ibu itu sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan hebatnya anak yang akan dilahirkannya merupakan anaknya yang ke -8! Artinya ibu itu sudah 7 kali melahirkan!
Waktu pun berlalu cepat, sang Ibu dengan sussah payahnya mengedan sekuat tenaga setiap perutnya mulas, namun tak ada kemajuan yang menandakan janinnya akan keluar. Berbagai upaya cara dan metoda mengedan sudah ia lakukan mulai mengedan sambil miring kiri, miring kanan, hingga sambil jongkok, namun lagi –lagi gagal dan akhirnya si Ibu pun tampak kelelahan, napasnya terengah-engah, keringatnya bercucuran, dan mukanya memperlihatkan kesakitan yang amat sangat. Waktu menunjukkan jam 8 pagi, seperti instruksi dokter, saya pun lalu menanyakan si ibu untuk naik meja operasi guna menyelamatkan nyawa bayi dan ibu.
“Bu, sudah ya..di operasi saja”, “ Ibu tinggal tanda tangan saja disini untuk persetujuan” ,
sang Ibu lalu menjawab” enggak dok, saya tunggu suami saja”,katanya seraya menjelaskan bahwa suaminya sedang pulang ke rumah mengurus sesuatu.
“Okelah, kita coba lagi “ kata saya dalam hati..
“Ayo bu..ngeden.. yang kuat..” Ucapan itu berkali-kali keluar dari mulut saya ketika sang ibu mengedan. Tampaknya sang ibu sudah tak kuasa lagi untuk terus berusaha, sehingga setiap mengedan, ia pun merintih kesakitan ”Aaaaahhh... ahh........aduuhhh... aduuhhh...!”hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya sambil sesekali diiringi isak tangis...
Mendengar hal itu berkali-kali, tentu saya jadi kesal,karena si ibu terus saja mengeluh tapi menolak untuk dilakukan operasi. Akhirnya saya katakan pada si ibu,
”Bu.. udah jangan ngeluh aja..” si Ibu pun menjawab” sakiit dok, saya dah abis-abisan...gak kuat lagi..”katanya sambil merintih.
Tiba-tiba saya mendapat ide untuk minta si Ibu untuk mengganti keluhannya dengan doa,
”Bu, daripada ibu ngeluh terus, mendingan ibu berdoa atau berzikir bu”.
Ibu itu ternyata mengikuti saran saya, sehingga ia langsung mengganti rintihannya saat mengedan, menjadi kalimat-kalimat zikir..” astaghfirullah alladziimm...subhanaLlah... ” dan ia pun juga tak lupa untuk berdoa dengan bahasa sunda, ”Ya Gusti Allah.. mudahkanlah hamba...berilah hamba kekuaatann.. ”( yang artinya kira2 begitu setelah diterjemahkan dari bahasa sunda).. waktu pun berlalu, jam menunjukkan pukul 09.00, tetapi tampak belum ada hasil, dan sayapun berkata di dalam hati.
” masa sih Allah gak mengabulkan doa Ibu ini, kan Allah pasti akan mengabulkan doa hamba2nya yang dilakukan dengan penuh harap seperti ibu ini), tapi menit demi menit terus belalu tanpa ada kemajuan, dan ibu pun akhirnya memutuskan untuk menyerah,
”Saya udah nggak kuat lagi” katanya lemah.
Dan saya pun sudah tak yakin lagi doa si ibu akan dikabulkan.
”Yah sudah, ibu sudah berusaha maksimal, doa juga sudah dilakukan..sudahlah diakhiri saja sampai disini” kata saya dalam hati.
Saya katakan pada ibu,
”Bu, sudah ya.. sekarang Ibu dioperasi saja..”
Sang Ibu pun menjawab ” Iya dok terserah, saya sudah nggak kuat lagi” jawab ibu dengan suara lirih.
”Ini Bu, ibu tanda tangan disini”, ujar saya seraya menunjukkan kepada sang ibu untuk menandatangani surat persetujuan tindakan operasi.
Sang ibu pun sambil menangis akhirnya menandatangani surat persetujuan itu.
”Yah, sekarang Ibu ke ruang operasi ya Bu..”kata saya.
”Iya dok..” kata sang Ibu, saya pun memberitahukan bidan disitu bahwa si ibu telah setuju, dan siap untuk naik ke ruang operasi.
Tiba-tiba teman saya datang dan memberitahu saya dan teman-teman dipanggil dokter pembimbing untuk bimbingan. Dan saya pun berjalan meninggalkan kamar bersalin tempat saya berjam-jam berusaha memimpin persalinan ibu itu tanpa hasil. Sambil berjalan keluar saya lihat para perawat mengganti pakaian ibu dengan baju pasien untuk operasi, lalu dari kejauhan saya melihat si ibu akan segera didorong para bidan dan perawat menggunakan brankar (tempat tidur pembawa pasien) untuk keluar kamar menuju kamar operasi. Yah akhirnya saya tinggalkan kamar itu dengan rasa sedih, karena tidak berhasil membantu sang ibu melahirkan dengan normal.
Waktu menunjukkan pukul 9 lebih sedikit ketika saya meninggalkan kamar tersebut untuk mengikuti bimbingan dokter. Perasaan saya masih melayang-layang akibat peristiwa sebelum saya dipanggil. Bimbingan terasa begitu cepat berlalu sehingga waktu kini menunjukkan pukul 09.30, bimbingan selesai dan saya pun menuju kembali ke kamar bersalin untuk melihat pasien-pasien lain.. Saya masuki kembali kamar itu dengan langkah lambat. Begitu masuk ke kamar itu, pandangan saya pun terhenti pada wajah sang ibu tadi yang kini tampak sumringah, dan tersenyum ketika saya masuk kembali ke ruangan itu. Sambil tersenyum, ia menyapa saya,
”Dok, terima kasih ya..”
Dan saya pun menjawab, ”Oh iya Bu.., udah lahir ya..?”.
” Iya dok”, jawabnya.
Saya pun segera beralih ke pasien lainnya setelah mengetahui keadaan sekilas sang ibu yang baik-baik saja. Tapi sejenak setelah saya berpaling dari si Ibu, pikiran saya bertanya-tanya,
“Kenapa begitu cepat operasi si ibu? , rasanya baru ½ jam berlalu sejak kulihat trakhir kali si ibu akan didorong ke ruang operasi, tapi kok si Ibu sudah selesai operasinya dan sudah sadar?” Pikiran saya bukan tanpa alasan, bagaimana tidak? operasi membutuhkan waktu setidaknya 30 menit, dan yang biasanya lama adalah masa pemulihan dimana si pasien masih dalam keadaan tidur akibat pembiusan, dan baru sadar kembali setelah beberapa jam setelah operasi selesai. Kepalakupun langsung menoleh kembali pada sang ibu karena penasaran, dan saya pun lalu mendekatinya dan bertanya “Kok cepat sekali Bu?"
Ibu itu pun tersenyum sambil berkata, ”Terimakasih ya dok.. tadi begitu dokter keluar, Bayi saya juga keluar..”.
“Hah!”, oo gitu Bu..?” kata saya terheran-heran….*
*the best experience during clerkship program
Kamis, 01 Juli 2010
Modus Baru Penipuan, Waspadalah !!!
Label: Doctor's living
Sore itu pukul 15.00 seperti biasanya saya duduk di depan laptop sambil browsing internet dan memantau toko online yang saya punya. Tiba-tiba telepon genggam saya bergetar berkali-kali tanda adanya panggilan, sejenak saya pandangi layar Hp saya, tampak no telepon yang belum saya kenali, dan sesaat kemudian saya angkat, sambil berkata,” Haloo “. Ternyata suara seorang laki-laki terdengar menjawab, “ haloo..ini dengan bapak Afiat, yang menjual meja laptop?”, dengan cepat saya sadar ini pasti calon pembeli , dan segera saya jawab,” iya betul”. Pembicaraan itu pun lantas berlanjut..
MrX. : “ini saya mau beli meja laptop pak, gimana saya bisa order?”
Saya : “Bisa pak”
MrX : “Saya dari Makasar pak, berapa harganya pak?”
Saya : “Harganya 210 ribu pak”
MrX : “Saya mau pesan 20 unit pak, ada tidak pak”
Saya : “ada pak”
Mendengar ada orang yang berencana membeli langsung 20 unit , tentu saja membuat saya senang bukan main, dan tidak berhenti samapai disitu saja, orang itu pun melanjutkan pembicaraan..
MrX : “Kalau model lain ada tidak pak?”
Saya : ”ada pak, model lain ada mouse pad, tempat gelas, dan tempat bollpoint”
MrX : ”O itu harganya berapa pak?
Saya : ”Harganya 240ribu pak”
MrX : ”O ..saya mau pesan 20 juga pak, ada barangnya tidak?
Saya : ”Ada pak”
Mr X : ”Saya minta barangnya dikirim ke Makasar pak, gimana sistim pembayarannya pak?”
Saya : transfer saja pak, plus ongkos kirimnya”
Mr X : ”O ya, berapa jadi jumlahnya pak, plus ongkos kirimnya, biar bisa langsung saya transfer sore ini”
Saya : ”Bapak, ini namanya siapa pak?”
Mr X : ”Saya Haji Sumad, dari Makasar”
Saya : ”Ok pak, nanti saya sms jumlah totalnya plus ongkos kirimnya, mau dikirim kemana pak?”
Mr X : ”Ke Toko Mitra Komputer, jalan Urip Sumoharjo no 27 Makasar, ok, nanti tolong segera kabari saya ya pak, biar saya bisa segera transfer uangnya”
Saya : ”Ok”
Setelah itu pikiran saya melayang2 mulai membayangkan hari itu saya bakal dapat untung besar dari orang yang membeli 40 unit langsung dagangan saya. Segera saja saya cari2 info tentang pengiriman, seperti biasa, saya ngecek kode pos alamat yang diberikan pak H. Sumad, di websitenya PT Pos, saya masukkan nama jalannya di kota Makasar, ternyata tidak ada satupun jalan di Makasar yang pakai nama Urip sumoharjo. Saya berfikir, mungkin jalan baru jadi belum terdaftar. Selanjutnya saya segera mencari info mengenai jasa pengiriman yang murah, agar tidak terlalu membebani pembeli. Akhirnya saya dapat info jasa Cargo, untuk mengirim barang sebanyak 40 unit itu, setelah dihitung2 biaya cargo mencapai 460 ribu, angka yang cukup murah dengan perkiraan berat sekitar 40 kg. Saya sms pak H. Sumad untuk memberi info mengenai total yang harus ia transfer yaitu total belanja 9,2 juta + ongkir 460 ribu, jadi totalnya 9,66juta rupiah, sejumlah angka yang tertinggi dalam sejarah transaksi saya di dunia bisnis online selama ini. Saya pun tidak lupa mencoba meng-hitung2 perkiraan keuntungan yang akan saya dapatkan bila penjualan ini berhasil. Ternyata jumlah perkiraan profit yang saya akan dapat sekitar 3 jutaan, sebuah angka yang lumayan bagi pebisnis pemula seperti saya yang akan saya dapatkan dalam waktu 1 hari saja..
SMS terkirim, beberapa detik kemudian Hp saya bergetar kembali, rupanya pak H sumad langsung menelepon saya sesaat setelah sms saya terkirim.
Saya : “Hallo Assalamualaikum”
H Sumad: “Waalaikum salam, halo pak Afiat, saya akan transfer sore ini juga”
Saya : “Ok pak, bapak biasanya pake bank apa ?”
H S : ”Terserah pak, saya apa aja ada, mandiri, BCA.., bapak adanya apa?”
Saya : ”BNI pak”
HS : ”O saya ada juga, berapa no rekeningnya pak?”
Saya : “nomernya *************”
HS : “Oke pak afiat, saya akan transfer sore ini, nanti saya akan kabari bapak”
Saya : “Ok pak!”
Rasanya sore itu begitu indah, terbayang dapat durian jatuh, omongan H sumad begitu meyakinkan, sehingga saya pun yakin transaksi akan terjadi. Tidak ada yang mesti saya khawatirkan, karena sebagaimana dunia bisnis online, saya selalu menuntut uang dibayarkan dahulu, barang akan dikirim setelahnya, jadi tidak mungkin saya akan rugi, yang seharusnya menanggung resiko adalah pembeli, dalam hal ini H sumad, yang bila saya licik, bisa saja saya tidak kirim barangnya setelah transfer 9,66 juta saya terima.
Walaupun perasaan saya berbbunga-bunga saat itu, tapi masih ada setitik kekhawatiran saya, yaitu saya takut ditipu oleh pihak ke 3 yang menjadi mitra saya dalam pengiriman. Saya khawatir, jika transfer dari H sumad, sudah saya terima, tetapi barang tidak dikirim oleh mitra saya. Tapi akhirnya saya tetapkan hati untuk meneruskan proses jual beli, tentu saja dengan resiko yang saya sudah siap menanggungnya sambil saya mohon perlindungan dari Allah dari segala kejahatan makhlukNya.
Waktu berlalu, jam di Hp saya menunjukkan pukul 16.30. Saya pun lalu disibukkan dengan acara jurnal reading. Pikiran saya masih terfokus pada transaksi jual-beli itu, sehingga tak dapat fokus dengan acara yang sedang berlangsung.
Hp saya kembali bergetar, dan ternyata yang menelepon adalah H sumad, si calon pemborong dagangan saya, tanpa ragu-ragu saya pun langsung menjawab panggilan itu..
Saya : “Haloo..”
HS : “Halo pak afiat, saya sedang akan mentransfer, benar no rek bapak **********?”
Saya : ”benar pak”
HS : ”Ok, akan segera saya transfer ini, nanti tolong bapak afiat cek sudah masuk atau belum, bapak akan cek dengan apa ya pak?”
Saya : ”oo dengan sms pak”
HS : ”O iya, baik pak afiat, nanti kalau sudah diterima, mohon beritahu saya”
30 menit berlalu, Hp saya kembali bergetar, H sumad menelepon lagi
HS : ”Halo bapak afiat, ½ jam yang lalu saya sudah mentransfer dari BNI, apakah bapak sudah terima?”
Saya : “Belum saya cek pak”
HS : “ok, bapak akan cek dengan apa pak?”
Saya : “dengan SMS”
HS : ”Baik pak afiat kira2 berapa lama lagi saya bisa dapat infonya sudah masuk atau belum?”
Saya : “10 menit lah pak”
HS : “Ok!”
Saya pun langsung kirim SMS ke 3346 layanan SMS banking BNI untuk mengetahui 5 mutasi terakhir. Ternyata jawaban yg saya dapat sungguh mengecewakan, belum ada transfer yang masuk hari itu..
10 menit kemudian H Sumad kembali telepon saya
HS : ”Halo pak afiat, bagaimana sudah dicek? Sudah masuk belum?”
Saya : “sudah pak saya cek pak, belum masuk uangnya”
HS : “O begitu? Baik pak afiat saya akan hubungi BNI Call untuk menanyakan masalah ini, coba nanti bapak cek lagi”
Saya : “ok, nanti saya cek lagi”
HS : ”dengan apa bapak akan cek?”
Saya : ”mungkin dengan internet banking pak”
HS : ”Ok , berapa lama lagi kira2 bapak akan cek?”
Saya : ”mungkin 15 menit lagi pak”
HS : ”Ok saya tunggu pak kabarnya”
Saya mulai merasa aneh, kenapa orang ini selalu menanyakan dengan apa saya akan cek mutasi? Tapi saya segera lupakan itu. Acara jurnal reading rupanya memanjang, sehingga saya tidak sempet keluar untuk mengecek saldo dengan internet, maka sayapun memutuskan cek lagi dengan SMS banking.., toh sama saja hasilnya pikit saya ketika itu
Ternyata lagi-lagi jawaban SMS menginformasikan tidak ada transfer dana yang masuk sore itu.
15 menit kemudian, H sumad untuk ke sekian kalinya menelepon saya dan berkata
HS : “Gimana bapak afiat? Sudah di cek?”
Saya : “sudah pak, masih belum ada”
HS : “oo gitu, padahal saya sudah hubungi BNI call, ok nanti saya coba lagi hubngi BNI Call untuk menanyakan hal ini”. “Nanti saya hubungi lagi bapak afiat.”
Akhirnya acara selesai, saya pun segera bergegas ke ruangan saya untuk membuka laptop untuk ngecek lewat internet banking karena begitu penasarannya saya saat itu. Begitu halaman mutasi saya buka, ternyata belum juga ada transfer uang 9,66 juta yang masuk.
Karena waktu magrib sudah masuk, saya pun ambil wudhu untuk sholat magrib, belum sempat saya takbir, Hp saya kembali bergetar, saya jawab telepon itu
Saya : “Halo,Assalamualaikum”
HS : “Waalaikumsalam, bapak afiat, saya sudah hubungi lagi BNI Call, mereka menginformasikan bahwa sedang terjadi jaringan error sehingga transfer dana dari saya belum bisa masuk”. “Oleh karena itu, katanya pak, bapak harus cek lewat ATM”.
Saya : “Saya kan sudah cek lewat sms”
HS : “Kata mereka harus lewat ATM pak”
Saya : ”Saya juga sudah cek lewat internet banking, belum ada juga”
HS : ”iya pak, katanya jaringan sedang error, jadi bapak afiat harus cek lewat ATM, tidak dapat dilakukan lewat sms maupun Internet banking”
Saya : ”mungkin transfer nya melewati batas limit pak, jadi bapak tidak bisa transfer, setau saya tranfer lewat ATM tidak bisa melebihi 5 juta”.
HS : ”Bisa pak, memang batas tranfer 5 juta pak, tapi dimungkinkan untuk mengulangi lagi 5 juta berikutnya sampai nilainya 200 juta pak”
Saya : “Oo gitu?” ( walaupun saya merasa aneh mendengar kata itu, karena saya tetap yakin gak mungkin transfer 200juta lewat ATM), “oke deh”
HS : ”Baik pak Afiat, jadi bapak harus cek di ATM, jadi kira2 berapa menit lagi saya bisa mendapatkan kabar dari bapak?”
Saya : ”sekitar 15 menit lagi”
HS : ”Baik bapak afiat, tolong infokan ke saya pak”
Saya : ”ok”
Saya pun langsung melanjutkan sholat magrib, setelah itu menuju parkir motor di basement untuk pulang sekaligus untuk mencek transaksi di BNI dekat kantor. Tapi kebetulan di luar hujan gerimis, sehingga saya ngobrol dulu untuk menunggu hujan reda.
15 menit setelah telepon terakhir, H sumad kemabali menelepon saya
HS : “Halo bapak afiat, gimana sudah dicek?”
Saya : “belum pak, kebetulan lagi hujan nih, jadi saya belum ke ATM”
HS : “oo gitu? Maaf bapak afiat, jadi merepotkan tampaknya..”
Saya : “Ahh.. enggak pak, nanti sebentar lagi saya kesana”
HS : “Baik pak , kira2 berapa menit lagi pak?”
Saya : “15 menit lagi pak”
HS : “Ok pak afiat, nanti tolong segera kabari saya hasilnya”
Begitu penasarannya saya, sehingga begitu telepon ditutup saya memutuskan untuk segera ke ATM, walaupun masih hujan..
Sampai di ATM yang tidak jauh dari kantor, saya pun masuk, dengan harap cemas, saya masukkan kartu ATM saya, dan kembali saya dikecewakan, ternyata saldo saya belum bertambah, artinya tidak ada tranfer dana yang masuk hari itu, saya pun langsung ke motor, sebelum saya melaju, saya sms H sumad untuk beritahu, bahwa di ATM juga tidak ada dana yang masuk. Sesaat setelah saya kirim sms, H sumad kembali menelepon saya..
HS : ”Halo pak, jadi pak afiat sekarang posisi ada dimana?”
Afiat : ”masih di ATM”
HS : ”Oo masih di ATM ya pak, bapak jangan pergi dulu pak, keluar saja untuk sementara, tapi jangan pergi dulu, saya akan segera menghubungi BNI Call untuk menanyakan masalah ini”
Afiat : ”ok!”
Saya pikir dia akan menutup Hpnya untuk menelepon BNI Call, tapi anehnya dia tidak matikan Hpnya, seolah-olah dia menghubungi BNI Call dengan Hp lainnya yg di ”loud speaker” lalu memperdengarkannya ke saya, dan lalu terjadilah dialog berikut..
HS : (memencet no BNI Call)
BNI C : suara mesin penjawab ( wanita), “ selamat datang di layanan BNI Call…”
Saya mulai curiga, dan merasa sangat aneh dengan kelakuan orang itu walaupun saya tau itu suara asli mesin penjawab. Dan kecurigaan saya bertambah, segera setelah suara mesin penjawab, hadir suara seorang laki-laki yang berperan sebagai pegawai BNI
BNI C : “Halo selamat malam, ada yang bisa saya Bantu?”
HS : “Saya H sumad yang tadi menelepon, saya ingin menanyakan, transfer yang saya lakukan belum diterima oleh bapak afiat”
BNI C : “baik bapak H sumad, jadi telah terjadi transfer dana dari H sumad ke bapak afiat yah”, “tapi hingga kini belum masuk yah”. “Perlu kami jelaskan bahwa terjadi jaringan error di dederapa daerah yah”, “sehingga transaksi tidak dapat masuk yah, oleh karena itu harus dilakukan RTGS”. “Apabila dana tidak berhasil masuk, maka harus dilakukan RTGS yang membutuhkan waktu 8 hari sehingga dana dapat masuk”.
Mendengar dialog itu, saya 100% curiga, bagaimana mungkin seorang yang bicara ditelepon, suaranya terdengar seperti 2 orang yang sedang berhadap-hadapan, belum lagi logat si pegawai BNI call yang sangat aneh, setiap kalimat diakhiri dengan “yah”, dan saya belum pernah dengar kasus gagal transfer dibahas di telepon seperti ini. Ketidakpercayaan saya bertambah ketika si pegawai BNI itu ingin bicara ke saya langsung sebagai pihak ke 2 yang ditransfer.
BNI C : “baik, bapak H sumad, dapatkah saya bicara dengan bapak afiat untuk menjelaskan hal ini”
HS : “o iya, silahkan.. Halo Bapak afiat, ini dari BNI Call ingin bicara”
Saya : “ok pak!”
BNI C : “Halo bapak afiat, telah terjadi transfer dari bapak H sumad ke ….” (sama dengan diatas). “Perlu kami jelaskan bahwa telah terjadi jaringan error sehingga transfer belum dapat masuk ke rek bapak.. oleh karena itu ada yang bapak harus lakukan melalui ATM, Sekarang bapak ada dimana?”
Saya : “ATM”
BNI C : “Baik, pak, apakah bapak sedang mengantri?”
Saya : “enggak”
BNI C : “baik, sekarang bapak ikuti instruksi saya ya pak, sekarang bapak masuk ke ATM”
Saya : “ok!” ( saya sudah tahu saya akan ditipu, oleh karena itu saya tetap berdiri di luar ATM, meskipun saya tahu sedang ditipu, saya khawatir seandainya saya ikuti perintah masuk ke ATM saya akan terhipnotis, tapi saya juga penasaran sehingga saya tetap ladeni suara itu)
BNI C : “sudah di dalam pak?”
Saya : “ya sudah” (padahal saya bohong)
BNI C : “Baik, Sekarang bapak masukkan kartu ATM bapak”
Saya : “ya.. sudah”
BNI C : “Baik bapak Afiat, Sekarang bapak masukkan no PIN bapak”
Saya : “ya.. sudah”
BNI C : “Baik, Sekarang bapak lihat monitor, apa yang bapak lihat?”
Saya : (waduh saya gak bisa bohong lagi karena lupa gimana penampakan monitor kalo saya masukkan kartu, jadi tampaknya saya gak bisa lagi menipu si penipu itu, lalu saya putuskan untuk mengakhiri penipuan itu dengan cara pura2 nggak denger suara si penipu itu). “ Haloo…? Halooo…?
BNI C : “Halo Bapak Afiat, bapak tidak dengar suara saya?”
Saya : “Hallooo…? Haloooo? Gak kedengeran suaranya.. Halooo..?”
BNI C : ”Haloo pak afiat, anda dengar saya?”
Mendengar saya yang tidak mendengar suara mereka, rupanya membuat H sumad berang dia lalu ikutan nimbrung
HS : ”Halo Bapak Afiat , mahon Kerjasamanya Bapak Afiat..!!” (dengan suara lantang)
Saya : ”Haloo... haloo..”
Dan tampaknya percuma juga saya teruskan pembicaraan tersebut, akhirnya saya pun menutup dan mematikan Hp saya. Benar-benar saya dikerjain hari itu, tapi Alhamdulillah Allah melindungi saya dari kejahatan orang-orang itu yang mencari nafkah dengan cara2 yang tidak halal. Mungkin sedikit membingungkan, baru kali ini modus ini saya alami. Jadi menurut saya, skenario mereka dalam modus baru ini adalah membuat rasa euforia pada calon korbannya atau senang berlebihan, setelah itu mereka akan memanfaatkan euforia itu untuk menipu korbannya, caranya setelah korban masuk ke ATM, mereka akan menginstruksikan korban untuk mengecek saldo di rekeningnya dengan alasan untuk mengetahui saldo sebelum transfer masuk dan nantinya ketika telah korban mengikuti instruksi selanjutnya.
Setelah saldo korban mereka ketahui, maka mereka akan menginstruksikan korban untuk menekan-nekan tombol secara cepat tanpa korban melihat ke arah monitor yang tujuan akhirnya korban melakukan sejumlah transfer ke rekening sang penipu sesuai dengan saldo yang ada di tabungan korban.
Mungkin penipu itu akan memberikan instruksi seperti ini:
”Baik, silahkan bapak tekan tombol ke3 dari atas, kemudian tekan tekan tombol ke 4 dari atas, kemudian tekan no. 09352829, kemudian tekan no. 10000000, ok, sekarang tekan tombol ke 3 dari atas..dan selesai.. Lalu korban pun baru sadar bahwa dia telah mentransfer 10 juta rupiah ke rekening penipu itu. Kalu sudah begitu, hanya penyesalan yang tertinggal.
Sebelumnya saya dengar penipuan seperti ini dengan modus mendapat undian, tapi kali ini benar-benar beda.
Dari pengalaman saya, berikut ini yang perlu diwaspadai:
1. si penipu itu biasanya berbicara lancar, datar seperti seorang sales, dan berusaha meyakinkan korbannya.
2. penipu itu berusaha mendominasi pembicaraan setiap kali menelepon, sangat sedikit dia memberi kesempatan bicara korbannya. Mungkin ini salah satu trik menghipnotis jarak jauh.
3. penipu itu juga rela menelepon berkali-kali untuk meyakinkan korbannya, dan selalu bertanya, ”kira2 berapa menit lagi saya bisa dapat kabarnya?” untuk menentukan waktu yang pas untuk menelepon dan meyakinkan korban bahwa ini serius.
4. Penipu itu berkali2 menanyakan dengan apa korbannya akan mencek saldo agar korban tidak curiga sedang diarahkan ke ATM
5. Tujuan akhir penipu adalah menggiring korbannya ke ATM
6. Bila ada yang menginstruksikan melakukan sesuatu di ATM melalui telepon, maka anda harus curiga.
7. Waktu pelaksanaan aksi sore hari setelah lewat jam 16 sehingga, tidak mungkin korban ke kantor BNI untuk melakukan cek saldo, karena kalau hal ini sampai ditanyakan ada pegawai Bank yang asli, tentu aksi ini akan diketahui.
8. Tampaknya penting juga untuk melakukan pengecekkan alamat yang diberikan melalui web PT POS tentang kode pos, bila alamat itu tidak ditemukan, kita patut curiga kalau alamat tersebut fiktif.
Saya berharap melalui pengalaman saya ini, teman-teman yang juga berbisnis online tidak tertipu dengan cara penipuan macam ini, waspadalah, dan senantiasa berdoa memohon lindungan Nya.
Sabtu, 17 April 2010
Kenali Anemia, singkirkan 4L..
Label: ArtikelBanyak orang datang ke dokter dengan mengeluh lemah,letih, lesu, lelah, dan tak bergairah. Kebanyakan dari mereka bertanya pada dokter, “Dok, saya merasa seperti ga bertenaga, lemes, gampang cape,” Apakah saya kurang darah dok?”. Perkiraan dari sang pasien memang ada benarnya, seringkali semua gejala 4L (lemah, letih , lesu, lelah) merupakan tanda-tanda dari kurang darah. Kurang darah di masyarakat umum sering disamakan dengan anemia.
Bagian darah yang mana yang berkurang?
Darah terdiri dari 2 bagian yaitu plasma darah (cairan darah) dan sel-sel darah seperti sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Perlu kita ketahui bahwa masing-masing sel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Sel darah merah (eritrosit) berperang dalam mengangkut oksigen yang didapat dari proses bernapas. Dalam perannya sebagai pengangkut oksigen, sel darah merah menggunakan zat hemoglobin untuk mengikat oksigen di paru-paru. Hemoglobin inilah yang menyebabkan kenapa sel darah merah (eritrosit) berwarna merah.
Sel darah putih (leukosit) merupakan sel-sel darah yang berperan dalam pertahanan tubuh, sel-sel ini akan menyerang benda-benda asing seperti bakteri, virus, juga kuman-kuman lain yang menyerang tubuh kita (infeksi).
Sedangkan keeping darah atau trombosit berperan dalam penutupan luka apabila terjadi dengan cara pembekuan darah. Sedangkan anemia sendiri merupakan berkurangnya kadar hemoglobin dibawah normal. Bila kadar Hb berkurang, otomatis kemampuan sel darah merah dalam mengangkut oksigen akan berkurang, akibatnya suplai oksigen yang penting sebagai pembentuk energi bagi sel-sel semua organ tubuh kita termasuk otak, jantung dan otot akan menurun, kalau sudah demikian, terjadilah gejala-gejala anemia seperti:
Pengaruh terhadap stamina disebabkan berkurangnya oksigen sebagai bahan pembentuk energi yang didapat dari glukosa, dan lemak makanan yaitu:
· Daya tahan tubuh terhadap penyakit berkurang
Pengaruh terhadap otak disebabkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan otak mengakibatkan:
· Sulit konsentrasi
· Sakit kepala
Pengaruh terhadap tampilan fisik
· Pucat, disebabkan kurangnya kadar Hb dalam darah.
Apa saja yang dapat menyebabkan anemia?
Secara umum, penyebab anemia terdiri dari 2 penyebab yaitu:
- Gangguan dalam proses produksi sel darah merah dan Hemoglobin sebagai pengangkut oksigen
- Meningkatnya kehilangan sel-sel darah merah dalam darah
Penyebab pertama yaitu gangguan dalam produksi sel-sel darah merah dapat terjadi apabila terjadi kekurangan bahan dasar pembentuk sel-sel darah merah itu sendiri, seperti terjadi pada orang –orang yang kekurangan asupan vitamin B12, dan asam folat. Sedangkan kekurangan bahan pembentuk hemoglobin yang berperan dalam pengikatan O2 pada sel darah merah dapat terjadi pada orang-orang yang kekurangan asupan zat besi dan protein. Selain karena kurangnya asupan zat gizi pembentuk, gangguan produksi dapat juga disebabkan kelainan genetik yang menyebabkan sel-darah atau Hb yang dibentuk tidak normal sehingga fungsi pengangkut oksigen tidak dapat terlaksana dengan baik seperti yang terjadi pada kelainan Hb pada penderita thalassemia. Kekurangan hormon pembentuk sel-sel darah merah (eritropoietin) juga dapat terjadi pada penderita gagal ginjal.
Penyebab yang ke 2, yaitu meningkatnya kehilangan sel-sel darah merah dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
- Pendarahan yang mengakibatkan banyak kehilangan darah. hal ini dapat jelas terlihat pada korban kecelakaan, atau juga pada pasien-pasien yang mengalami tindakan operasi besar. Yang tidak kalah berbahaya yaitu pendarahan yang tidak kelihatan seperti pendarahan pada saluran pencernaan pada pasien-pasien tukak lambung dan usus. Para penderita mungkin tidak merasa sakit, tapi mengeluh BAB yang berwarna kehitaman seperti kopi. Pendarahan seperti ini juga dapat terjadi pada beberapa pasien yang terinfeksi beberapa jenis cacing yang menghisap darah (cacingan). Pada penderita cacingan, dapat terjadi anemia perlahan-lahan tanpa disadari oleh penderitanya. Gejala-gejala anemia biasanya baru akan terlihat pada tingkat cacingan yang berat.
- Selain dikarenakan pendarahan, meningkatnya kehilangan sel-sel darah merah dapat juga disebabkan oleh rusaknya sel-sel darah tersebut sebelum waktunya. Anemia yang disebabkan oleh hal ini biasanya masuk dalam kategori anemia hemolitik, yaitu anemia yang diakibatkan oleh pecahnya sel-sel darah merah oleh karena kelainan genetic seperti pada sperositosis (sel darah merah berbentuk bulat seperti bola) dan thalassemia (kelainan hemoglobin sel darah merah). Juga karena adanaya zat-zat yang merusak sel-sel darah itu seperti yang terjadi pada kasus gigitan ular berbisa.
Pemeriksaan praktis untuk mengetahui kadar Hb dapat dilakukan dengan memeriksa konjungtiva mata . Pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan kelopak mata bawah kearah bawah. Sehingga terlihat jaringan yang berwarna merah di bawah bola mata. Merah atau pucatnya bagian ini menggambarkan perkiraan kadar Hb darah. Bila warna pucat berarti kadar Hb mungkin dibawah normal.
Jika memiliki waktu luang dan dana, anda dapat memeriksakan darah anda di laboratorium. Kadar Hb yang normal berbeda pada anak-anak, pria dan wanita.
Berikut ini merupakan kadar Hb yang normal:
2. Lelaki dewasa: 14-18 gm/dl
3. Wanita dewasa: 12-16 gm/dl
Jika kadar Hb anda dibawah normal, berarti anda menderita anemia.
Bagaimana mencegah anemia?
Anemia dapat dicegah dengan berbagai usaha antara lain
a) Sumber makanan yang mengandung vitamin B12 antara lain: makanan-makanan yang berasal dari hewan, antara lain daging, telur, ikan, dan unggas seperti ayam. Vitamin B12 juga ditemukan dalam tempe.
b) Asam folat bisa didapatkan dari berbagai sumber hewani maupun nabati seperti hati, kuning telur, ginjal, ragi, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli susu, dan juga roti.
c) Zat besi yang berasal dari sumber nabati tidak dapat diserap tubuh sebaik yang berasal dari daging. Inilah alasan atau kekhawatiran kaum vegetarian akan kekurangan zat besi dalam dietnya. Penyerapan zat besi akan terbantu oleh vitamin C, asam nitrat, dan asam malat. Buah-buahan dan sayuran hijau merupakan sumber vitamin C. Banyak buah yang mengandung asam nitrat dan asam malat, misalnya apel, labu kuning, mangga, tomat, dan sitrus.
d) Sumber protein nabati dapat bersumber dari kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sedangkan sumber protein hewani dapat berasal dari daging, telur dan susu.
2. Seandainya kita tidak dapat mencukupi kebutuhan zat-zat gizi tersebut dari makanan, kita dapat mendapatkannya dari suplemen yang bias dicari di took-toko obat. Saat ini banyak tersedia tablet atau kapsul multivitamin penambah darah seperti sangobion, etabion, dan berbagai merek lain.
Hal-hal yang perlu kita ketahui
a) Penyerapan zat besi dapat dihambat oleh teh, sehingga sebaiknya kita tidak menyertakan minuman teh sebagai pendamping makanan-makanan yang kaya akan zat besi. Sebaliknya penyerapan zat besi dapat ditingkatkan oleh vitamin C, sehingga penting juga bagi kita untuk mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup setelah selesai makan.
b) Protein merupakan zat gizi yang sangat penting untuk mencegah anemia, selain berperan sebagai bahan pembentuk hemoglobin, protein juga berperan sebagai pembentuk sel-sel darah merah, transportasi zat besi setelah diserap di usus, dan berperan dalam berbagai metabolisme dalam tubuh sebagai enzim.
Oleh karena itu, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung protein dapat mengganggu pembentukan sel-sel darah.
Dengan mengetahui sekilas tentang penyakit kurang darah atau anemia diatas, mudah-mudahan kita dapat meningkatkan kualitas kesehatan kita dan menjadikan kita lebih produktif.
Klik disini untuk melanjutkan »»
Sabtu, 20 Maret 2010
Info Pendaftaran Dokter Haji 2010
Label: Sekilas InfoPusat Kesehatan Haji
Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI
Prosedur Pendaftaran Petugas Kesehatan Haji 2010
1. Mengisi Formulir Registrasi Online yang terdiri dari 5 langkah :
• Tahap 1 : Persetujuan Mematuhi Persyaratan
• Tahap 2 : Mengisi Data Utama Formulir
• Tahap 3 : Melengkapi Data Identitas dan Pekerjaan
• Tahap 4 : Konfirmasi Data
• Tahap 5 : Cetak Bukti Registrasi
2. Mempersiapkan kelengkapan Berkas Pendaftaran :
a) Bukti Registrasi Online ( Print Out Hasil Pengisian Formulir Registrasi ) yang ditandatangani oleh Pemohon di atas Materai dan ditandatangani oleh atasan langsung.
b) Fotokopi ijazah dilegalisir oleh atasan langsung
c) Fotokopi Sertifikat Keahlian atau Surat Referensi Kemampuan yg dilegalisir Atasan (Sertifikat keahlian yang dibutuhkan dapat dilihat pada pengumuman aspek penilaian)
d) Fotokopi Surat Nikah
e) Fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) Bagi Dokter
f) Surat Izin Suami & Materai (untuk petugas wanita yang sudah menikah)
g) Surat Keterangan Prestasi & Disiplin Kerja dari Atasan
h) Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau RS Pemerintah
i) Surat Keterangan Tidak Hamil (untuk petugas wanita)
j) Surat Pernyataan Tidak Memahrami Petugas Kesehatan Haji Lainnya
k) Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau RS Pemerintah.
3. Mengirimkan Berkas Pendaftaran ke alamat :
Kepala Pusat Kesehatan Haji
Sekretariat Jenderal Kementrian Kesehatan RI
Gedung Baru Kementrian Kesehatan Lantai 7
Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kapling No.4-9
Jakarta Pusat
Masa Pendaftaran Calon TKHI/PPIH 2010 dibuka 20 Maret s.d 20 April 2010.
Semoga info ini bermanfaat bagi yang ingin menunaikan ibadah haji sekaligus mengamalkan ilmunya..
Info lebih lanjut Meluncur ke PENDAFTARAN CALON TKHI





