
Sore itu pukul 15.00 seperti biasanya saya duduk di depan laptop sambil browsing internet dan memantau toko online yang saya punya. Tiba-tiba telepon genggam saya bergetar berkali-kali tanda adanya panggilan, sejenak saya pandangi layar Hp saya, tampak no telepon yang belum saya kenali, dan sesaat kemudian saya angkat, sambil berkata,” Haloo “. Ternyata suara seorang laki-laki terdengar menjawab, “ haloo..ini dengan bapak Afiat, yang menjual meja laptop?”, dengan cepat saya sadar ini pasti calon pembeli , dan segera saya jawab,” iya betul”. Pembicaraan itu pun lantas berlanjut..
MrX. : “ini saya mau beli meja laptop pak, gimana saya bisa order?”
Saya : “Bisa pak”
MrX : “Saya dari Makasar pak, berapa harganya pak?”
Saya : “Harganya 210 ribu pak”
MrX : “Saya mau pesan 20 unit pak, ada tidak pak”
Saya : “ada pak”
Mendengar ada orang yang berencana membeli langsung 20 unit , tentu saja membuat saya senang bukan main, dan tidak berhenti samapai disitu saja, orang itu pun melanjutkan pembicaraan..
MrX : “Kalau model lain ada tidak pak?”
Saya : ”ada pak, model lain ada mouse pad, tempat gelas, dan tempat bollpoint”
MrX : ”O itu harganya berapa pak?
Saya : ”Harganya 240ribu pak”
MrX : ”O ..saya mau pesan 20 juga pak, ada barangnya tidak?
Saya : ”Ada pak”
Mr X : ”Saya minta barangnya dikirim ke Makasar pak, gimana sistim pembayarannya pak?”
Saya : transfer saja pak, plus ongkos kirimnya”
Mr X : ”O ya, berapa jadi jumlahnya pak, plus ongkos kirimnya, biar bisa langsung saya transfer sore ini”
Saya : ”Bapak, ini namanya siapa pak?”
Mr X : ”Saya Haji Sumad, dari Makasar”
Saya : ”Ok pak, nanti saya sms jumlah totalnya plus ongkos kirimnya, mau dikirim kemana pak?”
Mr X : ”Ke Toko Mitra Komputer, jalan Urip Sumoharjo no 27 Makasar, ok, nanti tolong segera kabari saya ya pak, biar saya bisa segera transfer uangnya”
Saya : ”Ok”
Setelah itu pikiran saya melayang2 mulai membayangkan hari itu saya bakal dapat untung besar dari orang yang membeli 40 unit langsung dagangan saya. Segera saja saya cari2 info tentang pengiriman, seperti biasa, saya ngecek kode pos alamat yang diberikan pak H. Sumad, di websitenya PT Pos, saya masukkan nama jalannya di kota Makasar, ternyata tidak ada satupun jalan di Makasar yang pakai nama Urip sumoharjo. Saya berfikir, mungkin jalan baru jadi belum terdaftar. Selanjutnya saya segera mencari info mengenai jasa pengiriman yang murah, agar tidak terlalu membebani pembeli. Akhirnya saya dapat info jasa Cargo, untuk mengirim barang sebanyak 40 unit itu, setelah dihitung2 biaya cargo mencapai 460 ribu, angka yang cukup murah dengan perkiraan berat sekitar 40 kg. Saya sms pak H. Sumad untuk memberi info mengenai total yang harus ia transfer yaitu total belanja 9,2 juta + ongkir 460 ribu, jadi totalnya 9,66juta rupiah, sejumlah angka yang tertinggi dalam sejarah transaksi saya di dunia bisnis online selama ini. Saya pun tidak lupa mencoba meng-hitung2 perkiraan keuntungan yang akan saya dapatkan bila penjualan ini berhasil. Ternyata jumlah perkiraan profit yang saya akan dapat sekitar 3 jutaan, sebuah angka yang lumayan bagi pebisnis pemula seperti saya yang akan saya dapatkan dalam waktu 1 hari saja..
SMS terkirim, beberapa detik kemudian Hp saya bergetar kembali, rupanya pak H sumad langsung menelepon saya sesaat setelah sms saya terkirim.
Saya : “Hallo Assalamualaikum”
H Sumad: “Waalaikum salam, halo pak Afiat, saya akan transfer sore ini juga”
Saya : “Ok pak, bapak biasanya pake bank apa ?”
H S : ”Terserah pak, saya apa aja ada, mandiri, BCA.., bapak adanya apa?”
Saya : ”BNI pak”
HS : ”O saya ada juga, berapa no rekeningnya pak?”
Saya : “nomernya *************”
HS : “Oke pak afiat, saya akan transfer sore ini, nanti saya akan kabari bapak”
Saya : “Ok pak!”
Rasanya sore itu begitu indah, terbayang dapat durian jatuh, omongan H sumad begitu meyakinkan, sehingga saya pun yakin transaksi akan terjadi. Tidak ada yang mesti saya khawatirkan, karena sebagaimana dunia bisnis online, saya selalu menuntut uang dibayarkan dahulu, barang akan dikirim setelahnya, jadi tidak mungkin saya akan rugi, yang seharusnya menanggung resiko adalah pembeli, dalam hal ini H sumad, yang bila saya licik, bisa saja saya tidak kirim barangnya setelah transfer 9,66 juta saya terima.
Walaupun perasaan saya berbbunga-bunga saat itu, tapi masih ada setitik kekhawatiran saya, yaitu saya takut ditipu oleh pihak ke 3 yang menjadi mitra saya dalam pengiriman. Saya khawatir, jika transfer dari H sumad, sudah saya terima, tetapi barang tidak dikirim oleh mitra saya. Tapi akhirnya saya tetapkan hati untuk meneruskan proses jual beli, tentu saja dengan resiko yang saya sudah siap menanggungnya sambil saya mohon perlindungan dari Allah dari segala kejahatan makhlukNya.
Waktu berlalu, jam di Hp saya menunjukkan pukul 16.30. Saya pun lalu disibukkan dengan acara jurnal reading. Pikiran saya masih terfokus pada transaksi jual-beli itu, sehingga tak dapat fokus dengan acara yang sedang berlangsung.
Hp saya kembali bergetar, dan ternyata yang menelepon adalah H sumad, si calon pemborong dagangan saya, tanpa ragu-ragu saya pun langsung menjawab panggilan itu..
Saya : “Haloo..”
HS : “Halo pak afiat, saya sedang akan mentransfer, benar no rek bapak **********?”
Saya : ”benar pak”
HS : ”Ok, akan segera saya transfer ini, nanti tolong bapak afiat cek sudah masuk atau belum, bapak akan cek dengan apa ya pak?”
Saya : ”oo dengan sms pak”
HS : ”O iya, baik pak afiat, nanti kalau sudah diterima, mohon beritahu saya”
30 menit berlalu, Hp saya kembali bergetar, H sumad menelepon lagi
HS : ”Halo bapak afiat, ½ jam yang lalu saya sudah mentransfer dari BNI, apakah bapak sudah terima?”
Saya : “Belum saya cek pak”
HS : “ok, bapak akan cek dengan apa pak?”
Saya : “dengan SMS”
HS : ”Baik pak afiat kira2 berapa lama lagi saya bisa dapat infonya sudah masuk atau belum?”
Saya : “10 menit lah pak”
HS : “Ok!”
Saya pun langsung kirim SMS ke 3346 layanan SMS banking BNI untuk mengetahui 5 mutasi terakhir. Ternyata jawaban yg saya dapat sungguh mengecewakan, belum ada transfer yang masuk hari itu..
10 menit kemudian H Sumad kembali telepon saya
HS : ”Halo pak afiat, bagaimana sudah dicek? Sudah masuk belum?”
Saya : “sudah pak saya cek pak, belum masuk uangnya”
HS : “O begitu? Baik pak afiat saya akan hubungi BNI Call untuk menanyakan masalah ini, coba nanti bapak cek lagi”
Saya : “ok, nanti saya cek lagi”
HS : ”dengan apa bapak akan cek?”
Saya : ”mungkin dengan internet banking pak”
HS : ”Ok , berapa lama lagi kira2 bapak akan cek?”
Saya : ”mungkin 15 menit lagi pak”
HS : ”Ok saya tunggu pak kabarnya”
Saya mulai merasa aneh, kenapa orang ini selalu menanyakan dengan apa saya akan cek mutasi? Tapi saya segera lupakan itu. Acara jurnal reading rupanya memanjang, sehingga saya tidak sempet keluar untuk mengecek saldo dengan internet, maka sayapun memutuskan cek lagi dengan SMS banking.., toh sama saja hasilnya pikit saya ketika itu
Ternyata lagi-lagi jawaban SMS menginformasikan tidak ada transfer dana yang masuk sore itu.
15 menit kemudian, H sumad untuk ke sekian kalinya menelepon saya dan berkata
HS : “Gimana bapak afiat? Sudah di cek?”
Saya : “sudah pak, masih belum ada”
HS : “oo gitu, padahal saya sudah hubungi BNI call, ok nanti saya coba lagi hubngi BNI Call untuk menanyakan hal ini”. “Nanti saya hubungi lagi bapak afiat.”
Akhirnya acara selesai, saya pun segera bergegas ke ruangan saya untuk membuka laptop untuk ngecek lewat internet banking karena begitu penasarannya saya saat itu. Begitu halaman mutasi saya buka, ternyata belum juga ada transfer uang 9,66 juta yang masuk.
Karena waktu magrib sudah masuk, saya pun ambil wudhu untuk sholat magrib, belum sempat saya takbir, Hp saya kembali bergetar, saya jawab telepon itu
Saya : “Halo,Assalamualaikum”
HS : “Waalaikumsalam, bapak afiat, saya sudah hubungi lagi BNI Call, mereka menginformasikan bahwa sedang terjadi jaringan error sehingga transfer dana dari saya belum bisa masuk”. “Oleh karena itu, katanya pak, bapak harus cek lewat ATM”.
Saya : “Saya kan sudah cek lewat sms”
HS : “Kata mereka harus lewat ATM pak”
Saya : ”Saya juga sudah cek lewat internet banking, belum ada juga”
HS : ”iya pak, katanya jaringan sedang error, jadi bapak afiat harus cek lewat ATM, tidak dapat dilakukan lewat sms maupun Internet banking”
Saya : ”mungkin transfer nya melewati batas limit pak, jadi bapak tidak bisa transfer, setau saya tranfer lewat ATM tidak bisa melebihi 5 juta”.
HS : ”Bisa pak, memang batas tranfer 5 juta pak, tapi dimungkinkan untuk mengulangi lagi 5 juta berikutnya sampai nilainya 200 juta pak”
Saya : “Oo gitu?” ( walaupun saya merasa aneh mendengar kata itu, karena saya tetap yakin gak mungkin transfer 200juta lewat ATM), “oke deh”
HS : ”Baik pak Afiat, jadi bapak harus cek di ATM, jadi kira2 berapa menit lagi saya bisa mendapatkan kabar dari bapak?”
Saya : ”sekitar 15 menit lagi”
HS : ”Baik bapak afiat, tolong infokan ke saya pak”
Saya : ”ok”
Saya pun langsung melanjutkan sholat magrib, setelah itu menuju parkir motor di basement untuk pulang sekaligus untuk mencek transaksi di BNI dekat kantor. Tapi kebetulan di luar hujan gerimis, sehingga saya ngobrol dulu untuk menunggu hujan reda.
15 menit setelah telepon terakhir, H sumad kemabali menelepon saya
HS : “Halo bapak afiat, gimana sudah dicek?”
Saya : “belum pak, kebetulan lagi hujan nih, jadi saya belum ke ATM”
HS : “oo gitu? Maaf bapak afiat, jadi merepotkan tampaknya..”
Saya : “Ahh.. enggak pak, nanti sebentar lagi saya kesana”
HS : “Baik pak , kira2 berapa menit lagi pak?”
Saya : “15 menit lagi pak”
HS : “Ok pak afiat, nanti tolong segera kabari saya hasilnya”
Begitu penasarannya saya, sehingga begitu telepon ditutup saya memutuskan untuk segera ke ATM, walaupun masih hujan..
Sampai di ATM yang tidak jauh dari kantor, saya pun masuk, dengan harap cemas, saya masukkan kartu ATM saya, dan kembali saya dikecewakan, ternyata saldo saya belum bertambah, artinya tidak ada tranfer dana yang masuk hari itu, saya pun langsung ke motor, sebelum saya melaju, saya sms H sumad untuk beritahu, bahwa di ATM juga tidak ada dana yang masuk. Sesaat setelah saya kirim sms, H sumad kembali menelepon saya..
HS : ”Halo pak, jadi pak afiat sekarang posisi ada dimana?”
Afiat : ”masih di ATM”
HS : ”Oo masih di ATM ya pak, bapak jangan pergi dulu pak, keluar saja untuk sementara, tapi jangan pergi dulu, saya akan segera menghubungi BNI Call untuk menanyakan masalah ini”
Afiat : ”ok!”
Saya pikir dia akan menutup Hpnya untuk menelepon BNI Call, tapi anehnya dia tidak matikan Hpnya, seolah-olah dia menghubungi BNI Call dengan Hp lainnya yg di ”loud speaker” lalu memperdengarkannya ke saya, dan lalu terjadilah dialog berikut..
HS : (memencet no BNI Call)
BNI C : suara mesin penjawab ( wanita), “ selamat datang di layanan BNI Call…”
Saya mulai curiga, dan merasa sangat aneh dengan kelakuan orang itu walaupun saya tau itu suara asli mesin penjawab. Dan kecurigaan saya bertambah, segera setelah suara mesin penjawab, hadir suara seorang laki-laki yang berperan sebagai pegawai BNI
BNI C : “Halo selamat malam, ada yang bisa saya Bantu?”
HS : “Saya H sumad yang tadi menelepon, saya ingin menanyakan, transfer yang saya lakukan belum diterima oleh bapak afiat”
BNI C : “baik bapak H sumad, jadi telah terjadi transfer dana dari H sumad ke bapak afiat yah”, “tapi hingga kini belum masuk yah”. “Perlu kami jelaskan bahwa terjadi jaringan error di dederapa daerah yah”, “sehingga transaksi tidak dapat masuk yah, oleh karena itu harus dilakukan RTGS”. “Apabila dana tidak berhasil masuk, maka harus dilakukan RTGS yang membutuhkan waktu 8 hari sehingga dana dapat masuk”.
Mendengar dialog itu, saya 100% curiga, bagaimana mungkin seorang yang bicara ditelepon, suaranya terdengar seperti 2 orang yang sedang berhadap-hadapan, belum lagi logat si pegawai BNI call yang sangat aneh, setiap kalimat diakhiri dengan “yah”, dan saya belum pernah dengar kasus gagal transfer dibahas di telepon seperti ini. Ketidakpercayaan saya bertambah ketika si pegawai BNI itu ingin bicara ke saya langsung sebagai pihak ke 2 yang ditransfer.
BNI C : “baik, bapak H sumad, dapatkah saya bicara dengan bapak afiat untuk menjelaskan hal ini”
HS : “o iya, silahkan.. Halo Bapak afiat, ini dari BNI Call ingin bicara”
Saya : “ok pak!”
BNI C : “Halo bapak afiat, telah terjadi transfer dari bapak H sumad ke ….” (sama dengan diatas). “Perlu kami jelaskan bahwa telah terjadi jaringan error sehingga transfer belum dapat masuk ke rek bapak.. oleh karena itu ada yang bapak harus lakukan melalui ATM, Sekarang bapak ada dimana?”
Saya : “ATM”
BNI C : “Baik, pak, apakah bapak sedang mengantri?”
Saya : “enggak”
BNI C : “baik, sekarang bapak ikuti instruksi saya ya pak, sekarang bapak masuk ke ATM”
Saya : “ok!” ( saya sudah tahu saya akan ditipu, oleh karena itu saya tetap berdiri di luar ATM, meskipun saya tahu sedang ditipu, saya khawatir seandainya saya ikuti perintah masuk ke ATM saya akan terhipnotis, tapi saya juga penasaran sehingga saya tetap ladeni suara itu)
BNI C : “sudah di dalam pak?”
Saya : “ya sudah” (padahal saya bohong)
BNI C : “Baik, Sekarang bapak masukkan kartu ATM bapak”
Saya : “ya.. sudah”
BNI C : “Baik bapak Afiat, Sekarang bapak masukkan no PIN bapak”
Saya : “ya.. sudah”
BNI C : “Baik, Sekarang bapak lihat monitor, apa yang bapak lihat?”
Saya : (waduh saya gak bisa bohong lagi karena lupa gimana penampakan monitor kalo saya masukkan kartu, jadi tampaknya saya gak bisa lagi menipu si penipu itu, lalu saya putuskan untuk mengakhiri penipuan itu dengan cara pura2 nggak denger suara si penipu itu). “ Haloo…? Halooo…?
BNI C : “Halo Bapak Afiat, bapak tidak dengar suara saya?”
Saya : “Hallooo…? Haloooo? Gak kedengeran suaranya.. Halooo..?”
BNI C : ”Haloo pak afiat, anda dengar saya?”
Mendengar saya yang tidak mendengar suara mereka, rupanya membuat H sumad berang dia lalu ikutan nimbrung
HS : ”Halo Bapak Afiat , mahon Kerjasamanya Bapak Afiat..!!” (dengan suara lantang)
Saya : ”Haloo... haloo..”
Dan tampaknya percuma juga saya teruskan pembicaraan tersebut, akhirnya saya pun menutup dan mematikan Hp saya. Benar-benar saya dikerjain hari itu, tapi Alhamdulillah Allah melindungi saya dari kejahatan orang-orang itu yang mencari nafkah dengan cara2 yang tidak halal. Mungkin sedikit membingungkan, baru kali ini modus ini saya alami. Jadi menurut saya, skenario mereka dalam modus baru ini adalah membuat rasa euforia pada calon korbannya atau senang berlebihan, setelah itu mereka akan memanfaatkan euforia itu untuk menipu korbannya, caranya setelah korban masuk ke ATM, mereka akan menginstruksikan korban untuk mengecek saldo di rekeningnya dengan alasan untuk mengetahui saldo sebelum transfer masuk dan nantinya ketika telah korban mengikuti instruksi selanjutnya.
Setelah saldo korban mereka ketahui, maka mereka akan menginstruksikan korban untuk menekan-nekan tombol secara cepat tanpa korban melihat ke arah monitor yang tujuan akhirnya korban melakukan sejumlah transfer ke rekening sang penipu sesuai dengan saldo yang ada di tabungan korban.
Mungkin penipu itu akan memberikan instruksi seperti ini:
”Baik, silahkan bapak tekan tombol ke3 dari atas, kemudian tekan tekan tombol ke 4 dari atas, kemudian tekan no. 09352829, kemudian tekan no. 10000000, ok, sekarang tekan tombol ke 3 dari atas..dan selesai.. Lalu korban pun baru sadar bahwa dia telah mentransfer 10 juta rupiah ke rekening penipu itu. Kalu sudah begitu, hanya penyesalan yang tertinggal.
Sebelumnya saya dengar penipuan seperti ini dengan modus mendapat undian, tapi kali ini benar-benar beda.
Dari pengalaman saya, berikut ini yang perlu diwaspadai:
1. si penipu itu biasanya berbicara lancar, datar seperti seorang sales, dan berusaha meyakinkan korbannya.
2. penipu itu berusaha mendominasi pembicaraan setiap kali menelepon, sangat sedikit dia memberi kesempatan bicara korbannya. Mungkin ini salah satu trik menghipnotis jarak jauh.
3. penipu itu juga rela menelepon berkali-kali untuk meyakinkan korbannya, dan selalu bertanya, ”kira2 berapa menit lagi saya bisa dapat kabarnya?” untuk menentukan waktu yang pas untuk menelepon dan meyakinkan korban bahwa ini serius.
4. Penipu itu berkali2 menanyakan dengan apa korbannya akan mencek saldo agar korban tidak curiga sedang diarahkan ke ATM
5. Tujuan akhir penipu adalah menggiring korbannya ke ATM
6. Bila ada yang menginstruksikan melakukan sesuatu di ATM melalui telepon, maka anda harus curiga.
7. Waktu pelaksanaan aksi sore hari setelah lewat jam 16 sehingga, tidak mungkin korban ke kantor BNI untuk melakukan cek saldo, karena kalau hal ini sampai ditanyakan ada pegawai Bank yang asli, tentu aksi ini akan diketahui.
8. Tampaknya penting juga untuk melakukan pengecekkan alamat yang diberikan melalui web PT POS tentang kode pos, bila alamat itu tidak ditemukan, kita patut curiga kalau alamat tersebut fiktif.
Saya berharap melalui pengalaman saya ini, teman-teman yang juga berbisnis online tidak tertipu dengan cara penipuan macam ini, waspadalah, dan senantiasa berdoa memohon lindungan Nya.
Kamis, 01 Juli 2010
Modus Baru Penipuan, Waspadalah !!!
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)





4 komentar:
tambah kreatif aja ya.
emang edan tuh orang..
saya juga pernah dikibulin behasil lagi...
waktu itu ada tamu ke workshop saya dengan menggunakan mobil bkebetulan saya mw dan nissan,membuat mesin-mesin pertambangan..tamu itu sebagai pembeli sudah 3x ke tempat saya dan terakhir kali nya untuk memastikan dia beli...akhir kata kita membuat kontrak di bogor di sebuah mall yang jauh dari workshop saya. setelah bertemu di mall bogor, saya bertemu dengan seorang tamu yang datang ke rumah saya denga tidak membawa teman2nya yang lain, tapi dia blang kita akan tunggu teman2nya yang laen sambil makan aja. sambil makan tamu saya sambil menelpon temannya yang masih dalam perjalanan dari dan terjebak di puncak katanya, dan dia berulang2 menelpon temennya itu sampai habis batrai hpnya (type hp 8250 dulu), akhirnya dia minta pinjem hp saya n 81 yang masih baru, tanpa rasa curiga saya kasih pinjem hp bt nlpon temennya itu coz tanpa temennya itu kontrak dan pembayaran batal, setelah nelpon hp saya dikembalikan lagi dan tidak lama dia pinjem lagi hp saya sampai ke 3 kalinya dia menelpon katanya temennya sudah ada di basement yang letaknya sama dengan foodcourt dimana saya dan tamu saya lagi makan, selang bicara dia berusaha untuk membuat lawan bicaranya tau bahwa dia juga di food court basement sampai dia coba keluar dari food court dan meninggalkan arsip, hp dia, dan saya sendiri, pertama2 saya ga curiga dia beranjak keluar food court setelah saya tunggu sam 15 menit mulai ada perasaan ga enak, ingin rasanya membuka arsip dia yang katanya dokumen shipping, tapi agak ragu takutnya dia balik lagi, tapi setelah 30 menit dia tidak kembali saya tlp pake hp yang laen ke hp sayasendiri yang dipinjam kan ternyata hp saya tidak bisa dihubungi..akhirnya saya panik dan langsung melapor ke keamanan terdekat, tapi lapor hanyalah lapor di sudah pergi selama 30 menit, itu bener2 pengalaman pahit saya sudah jauh2 dari sukabumi ke bogor macet lagi pulang2 hp baru ku ilang..tapi saya mencoba bertawakal dan semoga ini semua ada hikmahnya diamasa yang akan datang, dan hari ini saya bisa bicara dan berbagi pada semua orang berhati-hatinya pada orang2 yang tidak kita kenal untuk meminjamkan barang2 meskipun itu merupakan client bisnis anda..trims
Makasih mas, sudah berbagi, mooga2 bermanfaat untuk yang baca..
maaf, Urip Sumoharjo dikota makassar letaknya tepat dijalan poros kota, melintang antara jl. A. P. Pettarani hingga Jl. Sudirman. anyway, Terimakasih atas sharenya. setidaknya bisa memberi masukan pengalaman dan Insya Allah menghindarkan kejadian yang sama ditempat dan waktu yang lain.
Poskan Komentar